Senin, 02 Juli 2018

~ Ulasan Buku “Tentang Kamu” ~

===========================
~ Ulasan Buku “Tentang Kamu” ~
===========================
Beberapa waktu lalu, aku liburan bersama teman kuliah ke Banyuwangi dan Malang. Mengunjungi objek-objek wisata terkenal, seperti Kawah Ijen, Baluran, dan Bromo.
Sebelum berangkat, aku meminta itinerary(rencana perjalanan) kepada temanku yang menggagas liburan ini. Di sana tertera bahwa keberangkatan kami dari Jakarta ke Banyuwangi menggunakan kereta api kelas ekonomi. Nanti juga akan ada perjalanan yang cukup lama dari Banyuwangi ke Malang menggunakan bus.
Intinya, sebagian besar waktu kami akan dihabiskan di jalan.
Bekaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, perjalanan jauh di kendaraan selalu memicu suntuk dan ‘mati gaya’. Untuk mengantisipasi hal tersebut, aku pun memutuskan membawa buku sebagai teman perjalanan.
Awalnya, bingung mau membawa buku apa. Namun adikku dengan sigap menawari buku setebal 500 halaman berjudul “Tentang Kamu”, karya Tere Liye. Buku tersebut awalnya direkomendasikan oleh murabbi liqo’ adikku kepadanya. Kemudian adikku membacanya dan, menurutnya, buku itu sangat bagus. Maka itu, sekarang dia merekomendasikannya padaku.
Tanpa pikir panjang, aku pun membawa buku itu. Dan ternyata, itu adalah salah satu keputusan terbaikku di bulan Februari ini. Bahkan tak berlebihan bila aku katakan bahwa hal terbaik tentang liburanku di Jawa Timur adalah buku “Tentang Kamu”.
***
Seberkesan apa “Tentang Kamu”?
Seperti biasa, aku sulit mengungkapkan buku-buku yang sukses memukau dan sangat menyentuh emosiku. Kepalaku langsung dipenuhi berbagai deskripsi abstrak yang berkeliaran bak kawanan serigala. Namun, aku akan mencoba merangkum testimoniku menjadi dua kata saja, yaitu “sangat inspiratif”.
“Tentang Kamu” adalah buku karya Tere Liye ke-empat yang ku baca. Dan, harus ku akui, ia adalah favoritku sejauh ini. Isinya merupakan kombinasi yang indah dan seimbang antara wawasan, intelektual, sejarah, religi, perkara hati, dan inspirasi.
Sebenarnya, benang merahnya cukup sederhana, kawan, yaitu tentang seorang pengacara muda bernama Zaman. Dia diminta atasannya untuk mengurus harta warisan seorang Indonesia bernama Sri Ningsih. Almarhum Sri Ningsih meninggal di usia 75 tahun dan dia meninggalkan harta warisan yang sangat besar. Namun, sayang, ahli warisnya tidak diketahui. Tugas Zaman adalah menemukan si ahli waris dan mengurus perkara warisnya secara hukum yang berlaku. Itu saja.
Sederhana, tetapi si penulis bisa menjabarkannya menjadi kisah yang sangat detail, berisi, dan menggugah. Tak ayal, perjalananku di atas kereta api Kertajaya yang memakan waktu belasan jam terasa tak terasa. Waktu seakan berhenti ketika aku meniti setiap kata yang tertulis di buku ini.
"Tentang Kamu" kerap ku baca di waktu-waktu senggang selama liburan. Dan baru selesai ketika aku duduk di atas pesawat yang membawaku pulang dari Malang ke Jakarta.
Ketika menutup “Tentang Kamu” dari sampul belakangnya, aku mendapati diriku membatin “Wow” pelan. Tubuhku terasa lebih hangat, ceria, dan bersemangat. Itu sensasi yang menyenangkan.
Kalau ada satu keluhanku tentang buku ini, mungkin penokohannya yang agak monoton. Namun itu tidak mengurangi pesan moral buku ini secuil pun.
“Tentang kamu” aku rekomendasikan kepada siapa pun yang ingin hari-harinya lebih ceria dan bermakna.
Bacalah dan kamu tidak akan menyesal.
- Khalid -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar