Senin, 02 Juli 2018

~ Bacalah ~

=========
~ Bacalah ~
=========
Mengapa ayat pertama yang turun ke muka dunia adalah perintah “bacalah!”?
Karena membaca bisa menyelamatkan hidupmu, Kawan.
Dunia tempat kita hidup didesain untuk menampar, meninju, menendang, menikam, dan menghancurkanmu setiap saat. Tentu saja, itu semua hanya ungkapan. Walau bagi beberapa orang, semua itu boleh jadi bermakna harfiah.
Kamu pikir dunia ini tempat bermanja ria, di mana semua hal akan berjalan sesuai harapanmu? Kamu keliru. Pernah, sedang, dan akan tiba masa di mana dunia dan segala peristiwa di dalamnya akan membuatmu terpuruk tak berdaya. Meringkuk sendiri di pojok ruangan. Tidak bisa bergerak. Seakan ada dinding-dinding yang membelenggumu.
Kamu merasa benci dengan segala sesuatu di sekitarmu. Sedih dan depresi dengan keadaanmu. Dan kamu tidak mengerti mengapa. Apalagi orang-orang yang berada di sekitarmu. Mereka hanya melihat luar, tidak peduli, dan berlalu menjalankan hidupnya masing-masing.
Saat itu terjadi, hanya ada satu aktivitas sederhana yang bisa menyelamatkanmu: membaca.
Ketika kecil, aku disuruh membaca supaya pintar dan mendapat rangking bagus di kelas. Namun, kepintaran sejatinya bukan hasil akhir, ia hanyalah setitik kecil dari proses membaca. Di balik itu, ada hasil akhir yang lebih dahsyat dari membaca, yaitu membuka titik-titik terang yang sebelumnya tertutup tirai kebencian, kedengkian, dan kebodohan kita. Titik terang itu akan membuka jalan baru, yang bila kita lalui, segala keterpurukan kita akan terangkat dengn sendirinya.
Maka itu, selalu sempatkan waktu untuk membaca.
Namun, pilihlah bacaanmu. Jangan memilih bacaan yang justru hanya membenarkan segala kebencian,kedengkian, kesedihan,dan prasangka yang melanda dirimu. Kemudian, dari situ, kamu membuat tulisan baru dan kamu sebarkan, supaya orang-orang yang membacanya bisa terseret dalam penyakit-penyakit hati itu. Sayangnya, ada orang-orang seperti itu. Kasta mereka sungguh berada di level terendah. Dunia ini sudah cukup rusak tanpa mereka menambahkan karat.
Kalau memang sayang dengan dirimu, pilihlah bacaan yang bisa meretas semua emosi negatifmu. Mencerahkanmu. Membelokkanmu dari kebuntuan. Kemudian, dari situ, lakukan yang kamu bisa untuk menyebarkan emosi positif yang baru saja melanda dirimu. Entah dengan dengan menulis, bekerja dengan giat dan tulus, membantu sekitarmu, atau kegiatan apa pun yang bermanfaat.
Dunia ini sudah tandus tanpa kamu ratapi kekeringannya. Namun, kamu selalu bisa memilih jadi sekuntum bunga mawar yang mengharumkan dirimu dan sekitarmu. Meski hanya sekuntum, orang-orang akan bersuka cita menyambut kehadirannya.
Mulailah semuanya dari membaca.
- Khalid -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar